19 Maret 2011

muqadimah

Sahabat …                                                      
Inilah Kumpulan Dentuman Hatiku
Narasi Dari Patahan Puisi-Puisi Jiwa Yang Berdarah
Yang Membalut Tatap-Tatap Mata Yang Penuh Luka & Gelisah
Inilah Qta Dalam Setiap Cerita Perlawanan
Tentang Cinta & Hidup Yang Terampas
Tentang Kepercayaan Yang Terkhianati
Tentang Kebohongan Yang Coba Qta Patahkan
Hingga Tentang Hakikat Kesyukuran Yang Paling Mendalam

Episode … Ini …
Tercipta Dari Serakan Cerita
Yang Terkumpulkan Bersama Nafas-Nafas Trotoar
Teriakan-Teriakan Aspal & Sahutan Kebangkitan Getirnya Terik Jalanan
Debu-Debu Yang Kini Kembali Kepangkuan Yang Sesungguhnya
Untuk Mereka Yang Selalu Percaya
Nafas Adalah Kesempatan
Jiwamu Adalah Peluru Kawan
Maka Hatimu Adalah Perisainya

Album Ini …
Bukan Untukmu Yang Merasa Paling Suci Dengan Harokahmu
Bukan Juga Untukmu Yang Merasa Paling Hebat Dengan Eksistensi Dirimu
Tapi Ini Untuk Kalian
Yang Berjuang Bukan Untuk Seseorang
Bukan Juga Untuk Kedudukan & Materi
Tidak Kawan, Qta Tidak Mengharapkan Kedudukan & Eksistensi
Yang Qta Harapkan Hanyalah Keridhoan Alloh & Keberkahannya
Allohu Akbar

23 Februari 2011

Cita-cita

Cita-cita ku ingin menjadi pemain sepak bola profesional sepertiirfan bachdim,
       Pada suatu hari aku pergi bersama temanku untuk bermain bola di lapangan sepak bola di desa bulak bersama teman-temanku,lalu aku ikut tournament bersama temanku di lapangan surya negara .
      waktu sore hari aku pergi ke lapangan untuk latihan untuk pertandingan tournamen nanti lalu aku latihan fisik dan latihan dasar lalu waktu jam 17.30 aku pulang bersama teman-temanku.

05 Februari 2011

Pengalamanku Saat Mancing

      pada suatu hari q prgi brsma tmnku yg brnma den sari untuk prgi ke sawah.
trus aku mancing di sawah smbil duduk-duduk bersama teman-temanku  lalu den sari mendapat ikan
     pada siang hari aku bersama temanku pergi untuk pulang.  
sesudah pulang aku sholat dzuhur setelah sholat dzuhur lalu aku makan dan minum setelah makan aku bergegas pergi ke rumah temanku yang bernama den sari lalu aku pergi sawah lagi untuk memanci